Ecology and Environmental
Inti dari permasalahan lingkungan hidup adalah hubungan makhluk hidup, khususnya manusia dengan lingkungan hidupnya. Berbagai sumber daya alam yang mempunyai sifat dan perilaku beragam yang saling berinteraksi dalam bentuk yang berbeda-beda. Interaksi dari elemen lingkungan yaitu antara yang tergolong hayati dan non-hayati akan menentukan kelangsungan siklus ekosistem, yang didalamnya terdapat proses pergerakan energi dan material dalam suatu sistem yang menandai adanya habitat, proses adaptasi dan evolusi. Maka, dalam memanfaatnkan lingkungan hidupnya, manusia harus mampu mengenali sifat lingkungan hidup yang ditentukan oleh berbagai macam faktor. Oleh karena itu, diperlukan suatu monitoring sistem untuk memonitoring sumber daya alam agar bisa dimanfaatkan dengan optimal.
Irrigation

Irigasi merupakan upaya yang dilakukan manusia untuk mengairi lahan pertanian. Semakin meningkatnya kebutuhan air, ketersediaan air yang terbatas, dan perhatian terhadap kualitas air, menyebabkan penggunaan air secara efektif menjadi sangat penting. Sistem irigasi pertanian harus bisa menyediakan air dalam tingkat, jumlah, dan waktu yang dibutuhkan. Sistem irigasi harus direncanakan, dirancang, dan dioperasikan secara efisien sehingga memerlukan suatu pemahaman menyeluruh tentang hubungan tanaman, tanah, persediaan air, dan kemampuan sistem irigasi.
Oleh karena itu, diperlukan suatu monitoring sistem untuk mengukur baik dan tidaknya suatu pengelolaan irigasi diperlukan suatu perangkat penilaian kinerja irigasi, seperti monitoring :
- Montoring level dan debit air pada reservoir irigasi, sehingga bisa didapatkan data volume air untuk memperkirakan durasi pemberian air irigasi yang disesuaikan dengan kondisi volume air yang ada di dalam reservoir.
- Monitoring pH air irigasi
- Monitoring Kecepatan alir air saat mengairi sawah
- Monitoring kandungan unsur-unsur kimia serta mikroba, meliputi kandungan BOD, COD dalam air.
Monitoring sedimentasi (endapan) pada reservoir irigasi, karena mempengaruhi tekstur, permeabilitas serta kesuburan tanah, mempengaruhi daya tampung saluran sehingga meningkatkan biaya untuk pemeliharaan saluran, dan menyumbat saluran irigasi.
Farm

Banyak faktor yang mempengaruhi hasil panen dari perkebunan baik salah satunya tanah yang mendukung kesuburan dari tanaman. Untuk itu dilakukan suatu monitoring untuk melihat ketahanan dari tanah, yaitu :
- Memonitoring pH tanah yang merupakan salah satu sifat kimia tanah, dengan mengetahui pH tanah akan menunjukkan tingkat kesuburan tanah mereka. Mengetahui mudah tidaknya unsur-unsur hara dalam tanah diserap oleh tanaman. Unsur hara akan mudah diserap oleh tanaman (akar tanaman) pada pH netral. Menunjukkan kemungkinan adanya unsur-unsur beracun. Tanah dengan pH masam banyak ditemukan ion-ion Al (Alumunium) yang memfiksasi (mengikat) unsur P, sehingga unsur P sulit untuk diserap oleh tanaman, padahal unsur P berperan pada tanaman. Mempengaruhi perkembangan mikro organism
- Monitoring intensitas cahaya yang menimpa perkebunan
- Kandungan air dalam tanah
- Kelembaban tanah
- Kandungan unsur hara dalam tanah (karbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), Sulfur (S), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Seng (Zn), Besi (Fe), Mangan (Mn), Tembaga (Cu), Molibden (Mo), Boron (B), Klor (Cl), Natrium (Na), Kobal (Co), dan Silikon (Si))
SEISMIC

Beberapa tahun terakhir ini kita mulai sering mendengar adanya berita gempa. Dari gempa yang ringan sampai gempa yang sangat merusak. Informasi kekuatan gempa yang beredar dimasyarakatpun bermacam-macam. Ini mengakibatkan masyarakat menjadi bingung informasi mana yang bisa dipercaya. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode untuk memonitor getaran secara kontinus yang ditimbulkan oleh gempa sebagai informasi dini.
Kami memiliki sensor yang digunakan untuk memonitoring secara kontinus untuk mendeteksi getaran yang ditimbulkan dari gempa.
Irrigation Monitoring System
Irigasi merupakan upaya yang dilakukan manusia untuk mengairi lahan pertanian. Semakin meningkatnya kebutuhan air, ketersediaan air yang terbatas, dan perhatian terhadap kualitas air, menyebabkan penggunaan air secara efektif menjadi sangat penting. Sistem irigasi pertanian harus bisa menyediakan air dalam tingkat, jumlah, dan waktu yang dibutuhkan. Sistem irigasi harus direncanakan, dirancang, dan dioperasikan secara efisien sehingga memerlukan suatu pemahaman menyeluruh tentang hubungan tanaman, tanah, persediaan air, dan kemampuan sistem irigasi.
Oleh karena itu, diperlukan suatu monitoring sistem untuk mengukur baik dan tidaknya suatu pengelolaan irigasi diperlukan suatu perangkat penilaian kinerja irigasi, seperti monitoring :
- Montoring level dan debit air pada reservoir irigasi, sehingga bisa didapatkan data volume air untuk memperkirakan durasi pemberian air irigasi yang disesuaikan dengan kondisi volume air yang ada di dalam reservoir.
- Monitoring pH air irigasi
- Monitoring Kecepatan alir air saat mengairi sawah
- Monitoring kandungan unsur-unsur kimia serta mikroba, meliputi kandungan BOD, COD dalam air.
- Monitoring sedimentasi (endapan) pada reservoir irigasi, karena mempengaruhi tekstur, permeabilitas serta kesuburan tanah, mempengaruhi daya tampung saluran sehingga meningkatkan biaya untuk pemeliharaan saluran, dan menyumbat saluran irigasi.
